Aturan Ketat Ini Sudah Lama Berlaku, Tapi Sejak Kapan Merokok di Pesawat Dilarang?
Tak banyak yang tahu, kebiasaan merokok di dalam pesawat ternyata pernah menjadi hal yang umum di masa lalu.
Pada era 1950-an hingga 1970-an, penumpang bisa dengan bebas merokok di dalam kabin tanpa aturan ketat seperti sekarang, bahkan beberapa maskapai menyediakan asbak di setiap kursi dan layanan rokok sebagai bagian dari fasilitas penerbangan. Simak selengkapnya hanya di CERITA’YOO.
Awal-Mula Larangan Merokok Di Pesawat
Perubahan besar dalam aturan merokok di dalam pesawat mulai terjadi pada awal 1970-an. Pada masa itu, dunia penerbangan masih memperbolehkan penumpang untuk merokok di dalam kabin, meskipun mulai muncul kekhawatiran terkait keselamatan dan kenyamanan penumpang di udara penerbangan komersial.
Maskapai United Airlines menjadi salah satu pelopor kebijakan kabin bebas rokok pada tahun 1971. Namun pada awal penerapannya, aturan ini belum sepenuhnya berlaku di semua penerbangan dan masih bersifat terbatas pada rute tertentu atau kondisi tertentu saja.
Pada masa transisi itu, penumpang masih boleh merokok di area kabin tertentu. Biasanya, aturan ini berlaku saat pesawat sudah mencapai ketinggian jelajah penerbangan komersial. Namun, beberapa maskapai mulai membatasi kebiasaan tersebut secara bertahap. Seiring waktu, maskapai memperketat aturan merokok di dalam kabin. Langkah ini menjadi awal perubahan menuju kebijakan bebas rokok demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
DOWNLOAD SEKARANG
Insiden Yang Mempercepat Larangan Total
Salah satu peristiwa penting yang mempercepat pelarangan merokok di pesawat adalah kecelakaan Varig 820 pada 11 Juli 1973. Pesawat Boeing 707 tersebut mengalami kebakaran saat mendekati Bandara Orly, Paris, yang diduga kuat dipicu oleh puntung rokok yang dibuang di toilet pesawat.
Dalam insiden tersebut, api menewaskan sebagian besar penumpang dan awak kabin. Hasil investigasi menemukan bahwa puntung rokok yang dibuang sembarangan ke tempat sampah toilet memicu kebakaran. Api kemudian cepat menyebar ke seluruh kabin.
Peristiwa tragis ini menjadi titik balik penting dalam sejarah dunia penerbangan internasional industri penerbangan global. Sejak saat itu, otoritas penerbangan seperti FAA mulai memperketat regulasi keselamatan kabin dan memperluas larangan merokok di area pesawat secara bertahap.
Baca Juga: Hampir Tak Terselamatkan! Kronologi Wanita Bali Dengan Luka Bakar Ekstrem
Larangan Resmi Di Berbagai Negara
Setelah berbagai insiden tersebut, banyak negara mulai menerapkan larangan merokok secara bertahap di dalam pesawat. Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang paling awal menerapkan aturan ketat, ketika Presiden Ronald Reagan menandatangani larangan merokok di penerbangan domestik pada 1988.
Kemudian pada 1990, pemerintah memperluas aturan tersebut ke hampir semua penerbangan domestik di Amerika Serikat. Maskapai besar seperti Delta Air Lines mulai menerapkan larangan merokok secara penuh pada 1994, disusul British Airways pada 1998 yang juga memperketat aturan serupa maskapai penerbangan komersial.
Tidak hanya di Amerika dan Eropa, negara-negara lain seperti Jepang, Australia, Turki, hingga anggota Uni Eropa juga mulai mengikuti langkah yang sama. Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, hampir seluruh dunia telah mengadopsi larangan merokok di dalam pesawat secara menyeluruh.
Aturan Modern Dan Dampaknya Saat Ini
Saat ini, larangan merokok di dalam pesawat sudah menjadi standar internasional yang diterapkan hampir di seluruh maskapai dunia. Penumpang tidak boleh merokok dalam bentuk apa pun selama penerbangan. Larangan ini berlaku di seluruh area kabin, termasuk toilet pesawat, pada maskapai penerbangan komersial maskapai penerbangan komersial.
Banyak pesawat modern kini tidak lagi menyediakan asbak di kursi penumpang. Hal ini menjadi simbol bahwa kebiasaan merokok di dalam kabin sudah ditinggalkan. Selain itu, maskapai juga terus meningkatkan sistem keamanan kabin dengan memasang sensor asap yang lebih sensitif untuk mendeteksi pelanggaran lebih cepat maskapai penerbangan komersial.
Dampak dari kebijakan ini sangat signifikan, baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan. Kabin pesawat kini lebih bersih, sehat, dan aman bagi semua penumpang. Aturan ini juga menghilangkan risiko kebakaran yang dulu menjadi ancaman serius di penerbangan penerbangan komersial.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detikNews
- Gambar Kedua dari detikNews
