|

Live TikTok Berujung Maut, Siswa SMP Ditemukan Tak Bernyawa Di Eks Kampung Gajah

Tragedi di Eks Kampung Gajah, siswa SMP ditemukan tewas saat live TikTok, kronologi dan fakta lengkapnya menyita perhatian publik.

Live TikTok Berujung Maut, Siswa SMP Ditemukan Tak Bernyawa Di Eks Kampung Gajah

Saat siaran langsung TikTok, pihak berwenang menemukan jasad seorang siswa SMP di Eks Kampung Gajah, menandai tragedi yang mengejutkan. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat dan viral di media sosial.

Berbagai pihak, termasuk kepolisian, kini tengah menyelidiki kronologi kejadian dan motif di balik peristiwa memilukan ini. CERITA’YOO ini merangkum fakta-fakta penting agar pembaca memahami seluruh rangkaian tragedi secara jelas dan lengkap.

Tragedi Siswa SMPN 26 Bandung Di Eks Kampung Gajah

Seorang siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusuk. Kematian korban pertama kali terungkap melalui siaran live TikTok yang menjadi viral di media sosial.

Jenazah ZAAQ ditemukan pada Jumat, 13 Februari 2026, di lahan eks Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Kejadian ini mengejutkan masyarakat dan memicu penyelidikan polisi secara intensif.

Polres Cimahi dan pihak sekolah langsung bergerak menelusuri kronologi kejadian. Kematian korban menimbulkan keprihatinan luas, terutama karena melibatkan pelaku yang masih di bawah umur.

Kronologi Awal: Senin 9 Februari

Pada Senin (9/2), pelaku YA berangkat dari Garut ke Bandung untuk menemui korban. Polisi menyebut motivasi pelaku akibat sakit hati karena korban memutuskan hubungan pertemanan mereka.

Korban masih sempat masuk sekolah pada pagi hari dan pulang bersama teman-temannya. Seusai pulang, ZAAQ bertemu pelaku YA dan AP di sekitar sekolah, lalu melanjutkan pertemuan di area eks objek wisata Kampung Gajah sekitar pukul 15.30 WIB.

Obrolan awal berubah menjadi cekcok. Pelaku YA menghantamkan botol ke kepala korban sebelum menusuknya delapan kali di perut. Setelah itu, pelaku meninggalkan korban dalam kondisi masih sadar, meninggalkan luka parah yang akhirnya merenggut nyawanya.

Baca Juga: Menghantui! Cerita Horor Kuntilanak Hutan Pinus Yang Bikin Merinding

Reaksi Keluarga Dan Upaya Penyelidikan

 Reaksi Keluarga Dan Upaya Penyelidikan 700

Keluarga korban mulai curiga karena ZAAQ tak kunjung pulang. Sementara pelaku YA membawa ponsel dan jaket korban, kemudian memberi kabar seolah-olah korban diculik untuk menutupi perbuatan mereka.

Pada Selasa (10/2), bibi korban melapor ke pihak sekolah bahwa ZAAQ tidak masuk sekolah sejak Senin. Pihak sekolah lalu mengonfirmasi hilangnya korban dan mulai mengkoordinasikan pencarian dengan aparat setempat.

Kekhawatiran keluarga semakin meningkat ketika beberapa laporan di grup komunitas sekolah muncul, menandakan korban hilang selama dua hari. Polsek Sukajadi kemudian mulai menindaklanjuti laporan ini secara resmi.

Penemuan Jenazah Dan Bukti Live TikTok

Jenazah ZAAQ ditemukan pada Jumat (13/2) di semak belukar eks Kampung Gajah. Penemuan ini pertama kali diketahui lewat siaran live TikTok, yang kemudian menjadi bukti awal dan viral di masyarakat.

Kepala SMPN 26 Bandung mendapatkan informasi ini dan langsung berkoordinasi dengan Polsek Sukajadi. Polisi kemudian menindaklanjuti lokasi penemuan untuk mengumpulkan bukti dan memulai proses penyelidikan lebih mendalam.

Penemuan jenazah melalui live TikTok menunjukkan bagaimana media sosial bisa menjadi alat informasi yang cepat, sekaligus memicu perhatian publik terhadap kasus kriminal yang terjadi di sekitar mereka.

Penangkapan Pelaku Dan Proses Hukum

Pada Minggu (15/2), Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi menangkap kedua pelaku, YA (16) dan AP (17), di kediamannya di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Sebelum kembali ke Garut, keduanya sempat mampir ke Tasikmalaya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 459 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Polisi menegaskan bahwa meski masih di bawah umur, keduanya harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan orang tua terkait pengawasan anak serta dampak perilaku emosional yang tidak terkendali. Pihak kepolisian terus mendalami kronologi dan motif untuk memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
  • Gambar Kedua dari news.detik.com

Similar Posts