Kisah Menginspirasi! Nazril Yatim Piatu Lolos Ke Kampus Luar Negeri
Keterbatasan ekonomi dan hidup tanpa orang tua tidak menghalangi Nazril Rommy Jiwa Cahyadi untuk meraih pendidikan tinggi.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menginspirasi banyak orang, terutama mereka yang menghadapi kondisi serupa. Nazril berasal dari keluarga dengan latar belakang penuh perjuangan. Ia membuktikan bahwa tekad dan konsistensi dapat membuka jalan menuju pendidikan tinggi meski dalam keterbatasan. Keberhasilannya ini sekaligus membuka harapan baru bagi masa depannya untuk berkembang di tingkat global. Simak selengkapnya hanya di CERITA’YOO.
Perjuangan Nazril, Hidup Tanpa Orang Tua Sejak Kecil
Mimpi bagi sebagian orang mungkin hal yang biasa, tetapi bagi Nazril Rommy Jiwa Cahyadi, mimpi adalah sesuatu yang sangat berharga. Siswa SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo ini tumbuh dalam kondisi keluarga yang penuh keterbatasan, terutama setelah kehilangan sosok ayah sejak kecil.
Sejak sang ayah meninggal dunia, Nazril hidup bersama ibu yang harus bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan sejak 2018. Kondisi ini membuatnya tumbuh tanpa kehadiran orang tua secara langsung dalam keseharian, sementara kebutuhan hidup tetap harus berjalan.
Selama bertahun-tahun, Nazril tinggal bersama keluarga besar seperti pakde dan bude serta saudara kandungnya. Situasi tersebut membuatnya harus belajar mandiri sejak dini dan memahami arti perjuangan hidup lebih cepat dibanding anak seusianya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
DOWNLOAD SEKARANG
Ibu di Perantauan, Pendidikan Jadi Harapan Utama
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat pendidikan tinggi sempat terasa seperti sesuatu yang jauh dari jangkauan. Sang ibu menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga yang terus bekerja di luar negeri demi membiayai kebutuhan anak-anaknya.
Nazril mengakui bahwa ibunya belum pernah pulang sejak pertama kali bekerja di Taiwan. Meski begitu, komunikasi dan dukungan moral dari sang ibu tetap menjadi sumber kekuatan utama baginya untuk terus bertahan dan berjuang.
Di tengah keterbatasan itu, Nazril menyadari bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah nasib keluarganya. Ia kemudian bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang ada, meskipun situasinya jauh dari kata mudah.
Baca Juga: Misteri Batu Badaong! Legenda yang Bikin Merinding Dari Desa Tua
SMA CT ARSA Jadi Titik Balik Kehidupan
Perubahan besar dalam hidup Nazril dimulai saat ia diterima di SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo. Sekolah ini memberikan akses pendidikan gratis sekaligus lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik dan karakter.
Menurut Nazril, sekolah tersebut bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang membantunya menemukan kembali semangat hidup. Ia mengaku mendapatkan banyak dorongan untuk berani bermimpi lebih tinggi dari sebelumnya.
Dalam proses pendidikannya, Nazril juga banyak mendapatkan motivasi dari pendiri yayasan dan para pendidik di sekolah tersebut. Dukungan itu membuatnya perlahan bangkit dari masa-masa sulit, termasuk tekanan mental yang pernah ia alami setelah kehilangan ayah dan situasi pandemi.
Diterima Kampus Luar Negeri Dan Kejar Cita-Cita Peneliti
Perjuangan panjang Nazril akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2026, ia lolos seleksi dan melanjutkan studi di Wageningen University and Research, Belanda, pada jurusan Environmental Science, Animal Science, dan Marine Science.
Tidak hanya itu, ia juga masih menunggu hasil dari beberapa universitas bergengsi lainnya seperti University of Toronto, Monash University, University of Auckland, Adelaide University, hingga Tzu Chi University. Pencapaian ini menjadi bukti nyata kerja kerasnya selama ini.
Nazril memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang neuroscientist. Ia berharap pendidikan internasional yang ia tempuh dapat membawanya kembali ke Indonesia sebagai peneliti yang berkontribusi bagi ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga berpesan agar anak-anak lain yang memiliki latar belakang serupa tidak mudah menyerah. Menurutnya, kesempatan untuk bermimpi adalah sesuatu yang sangat berharga dan harus diperjuangkan, apa pun kondisi yang dihadapi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari PosKata
- Gambar Kedua dari Good News Form Indonesia
