Harapan dan Duka: Asep Gali Lumpur 3 Hari Cari Anaknya Yang Hilang Akibat Longsor
Asep terus menggali lumpur selama 3 hari di Cisarua, berharap menemukan anaknya yang hilang akibat longsor.
Tragedi longsor di Cisarua meninggalkan duka mendalam bagi Asep, seorang ayah yang anaknya tertimbun tanah longsor. Selama tiga hari penuh, ia tak kenal lelah menggali lumpur, berharap dapat menemukan buah hatinya.
Simak di CERITA’YOO kisah perjuangan dan harapannya ini memantik simpati warga sekitar dan perhatian publik, menjadi bukti kuatnya ikatan orang tua terhadap anaknya.
Asep Berjuang 3 Hari Di Lokasi Longsor
Jas hujan penuh lumpur, Asep Heri duduk selonjoran di tepian lokasi longsor Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Peluh membasahi wajahnya, terserap kain bandana yang menutupi kepala. Tangan kiri memegang segelas kopi, tangan kanan menggenggam rokok, sesekali menyeruput kopi yang dibuat istrinya.
Sudah tiga hari Asep meninggalkan rumahnya di Ranca Upas, Ciwidey, demi menemukan sang anak, Tasya (17), yang terseret longsor dari bukit di kaki Gunung Burangrang pada Sabtu (24/1). Ia mempertaruhkan keselamatan diri sendiri, menggali lumpur dengan tangan dan cangkul demi harapan menemukan buah hatinya.
Selain Tasya, korban longsor juga termasuk keluarga saudaranya, Deni dan Ani. Perjuangan Asep pun menjadi simbol ketegaran dan cinta orang tua dalam menghadapi bencana. Meski duka menyelimuti, ia menyalurkan kesedihan menjadi tenaga untuk terus mencari anaknya.
Penemuan Korban Dan Keberanian Asep
Dengan usaha sendiri, Asep berhasil menemukan jasad Deni dan Ani bersama keponakannya di hari pertama pencarian. Ia menyaksikan sendiri bagaimana Ani seolah melindungi keponakannya dalam kondisi tertelungkup setengah bersujud, sementara Deni berada di sampingnya sekitar satu meter. Perasaan bahagia bercampur sedih menyelimuti Asep karena anaknya sendiri belum ditemukan.
Kekuatan dan ketekunan Asep terlihat ketika ia tetap melanjutkan pencarian meski hujan kembali turun. Ia memilih mencari sendiri, tidak menunggu petugas, karena ingin memastikan setiap sudut lumpur digali demi harapan menemukan Tasya. Keputusan ini juga mencerminkan rasa tanggung jawab seorang ayah yang tidak rela menyerah.
Asep tetap optimis melihat tanda-tanda keberadaan Tasya di sekitar lokasi penemuan saudaranya. Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menunggu cuaca membaik, menjaga stamina agar dapat melanjutkan pencarian dengan maksimal.
Baca Juga: Nenek Gayung: Kisah Legenda yang Tetap Hidup di Desa
Tantangan Dan Kendala Cuaca
Komandan Sektor Kantor SAR Bandung, Agung, menjelaskan bahwa pencarian korban hari ketiga dibagi ke dalam beberapa sektor, yakni A1, A2, dan B3, masing-masing dibagi menjadi bagian bawah, tengah, dan atas. Strategi ini diterapkan untuk memastikan seluruh area longsor dapat diperiksa secara menyeluruh.
Faktor cuaca menjadi kendala utama dalam operasi SAR. Hujan yang turun secara terus-menerus membuat kondisi tanah licin dan lumpur semakin tebal, menghambat proses pencarian. Saat cuaca cerah, matahari sedikit membantu mempercepat pekerjaan, namun intensitas hujan tetap menjadi tantangan besar bagi tim SAR.
Meski demikian, koordinasi antara Asep dan tim SAR tetap berjalan. Pembagian sektor yang jelas memungkinkan pencarian lebih terstruktur, sekaligus memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat di lokasi longsor.
Harapan Dan Semangat Pencarian
Perjuangan Asep menjadi cerminan ketegaran orang tua di tengah bencana. Ia menunjukkan kesabaran dan ketekunan luar biasa, tetap mencari anaknya meski kondisi fisik menurun akibat kerja keras dan cuaca buruk. Semangat ini juga memotivasi tim SAR untuk bekerja lebih optimal.
Bagi warga sekitar, perjuangan Asep menjadi inspirasi. Mereka ikut mendukung dengan doa dan bantuan seadanya, menambah kekuatan moral bagi ayah yang tidak kenal lelah ini. Kisahnya juga menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan gotong-royong dalam menghadapi musibah.
Meski masa pencarian belum selesai, harapan Asep tetap hidup. Ia percaya, dengan ketekunan dan kerja sama dengan tim SAR, anaknya akan ditemukan selamat. Semangatnya yang pantang menyerah menunjukkan cinta seorang ayah yang luar biasa dan menimbulkan empati dari masyarakat luas.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com
