Bukan Candi Biasa! Ini Sejarah Candi Plaosan Dari Masa Mataram Kuno
Indonesia memiliki banyak peninggalan sejarah dari masa kerajaan Hindu-Buddha, salah satunya adalah Candi Plaosan di Klaten, Jawa Tengah.
Candi Plaosan ini tidak hanya dikenal karena keindahan arsitekturnya, tetapi juga kisah sejarah di balik pembangunannya. Kompleks candi tersebut menjadi simbol toleransi dan persatuan pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Hingga kini, Candi Plaosan masih menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.
Berikut ini CERITA’YOO akan membahas sejarah lengkap Candi Plaosan yang menjadi simbol cinta dan toleransi pada masa kerajaan kuno.
Sejarah Berdirinya Candi Plaosan
Candi Plaosan dibangun pada abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kompleks candi ini diyakini didirikan oleh Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani. Keduanya merupakan pasangan kerajaan yang berasal dari latar agama berbeda.
Rakai Pikatan berasal dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu. Sementara itu, Pramodhawardhani merupakan keturunan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha. Perbedaan keyakinan tersebut justru melahirkan bangunan bersejarah dengan nilai toleransi tinggi.
Menurut sejumlah ahli sejarah, pembangunan Candi Plaosan menjadi simbol cinta dan penghormatan Rakai Pikatan kepada istrinya. Candi ini juga mencerminkan harmonisasi budaya Hindu dan Buddha pada masa itu. Nilai sejarah tersebut membuat Plaosan berbeda dari candi lainnya di Indonesia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
DOWNLOAD SEKARANG
Keunikan Arsitektur Candi Plaosan
Candi Plaosan dikenal sebagai “candi kembar” karena terdiri dari dua kompleks utama, yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Kedua bangunan tersebut dipisahkan oleh jalan dan area persawahan. Meski terpisah, keduanya memiliki bentuk arsitektur yang hampir serupa.
Arsitektur Candi Plaosan memperlihatkan perpaduan unsur Buddha dan Hindu secara harmonis. Relief-relief yang terdapat di dinding candi menggambarkan kehidupan masyarakat dan ajaran keagamaan pada masa lampau. Perpaduan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama kompleks candi ini.
Selain bangunan utama, kawasan candi juga memiliki banyak stupa dan candi perwara kecil. Struktur bangunan dibuat menggunakan batu andesit dengan detail ukiran yang cukup halus. Hingga sekarang, keindahan arsitekturnya masih terjaga dan sering dijadikan lokasi fotografi wisata.
Baca Juga: Sejarah Candi Gedong Songo, Warisan Hindu di Lereng Gunung Ungaran!
Perbedaan Plaosan Lor dan Plaosan Kidul
Wisatawan paling sering mengunjungi kompleks Plaosan Lor. Bagian ini menyuguhkan halaman tengah yang lengkap dengan bangunan pendopo dan altar. Tata letaknya pun menampilkan kesan yang lebih megah daripada area lainnya.
Sementara itu, Plaosan Kidul memiliki struktur yang lebih sederhana. Delapan candi kecil yang tersusun dalam dua tingkat mengelilingi area ini. Meski tidak sebesar Plaosan Lor, bagian ini tetap menyimpan nilai sejarah penting.
Perbedaan struktur kedua kompleks menunjukkan fungsi dan konsep pembangunan yang berbeda. Namun, keduanya tetap mencerminkan kesatuan budaya pada masa Mataram Kuno. Keberadaan dua kompleks tersebut menjadi ciri khas unik Candi Plaosan.
Candi Plaosan Sebagai Wisata Sejarah
Candi Plaosan terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya hanya sekitar 1,5 kilometer dari Candi Prambanan. Wisatawan dapat menjangkau akses menuju kawasan wisata ini dengan cukup mudah.
Selain menjadi tempat wisata sejarah, Candi Plaosan juga populer sebagai lokasi foto prewedding. Banyak pasangan memilih tempat ini karena mereka menganggapnya sebagai lambang cinta dan kesetiaan. Pemandangan area persawahan di sekitar candi menambah suasana romantis dan alami.
Meski belum sepopuler Borobudur atau Prambanan, daya tarik Candi Plaosan terus meningkat. Wisatawan dapat menikmati suasana tenang sambil mempelajari sejarah kerajaan kuno Indonesia. Keindahan arsitektur dan nilai budaya membuat kita harus menjaga candi ini sebagai warisan sejarah bangsa.
Jangan lewatkan waktu berharga Anda dan temukan beragam kisah inspiratif dan cerita penuh semangat yang siap memotivasi langkah Anda, hanya di CERITA’YOO.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari tirto.id
- Gambar Kedua dari tripadvisor.co.id
