Jejak Sejarah Nama Indonesia, dari Kepulauan Hingga Negara

Sejarah nama Indonesia muncul pertama kali pada tahun 1850 dalam sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA).

Jejak Sejarah Nama Indonesia, dari Kepulauan Hingga Negara

Nama ini lahir dari kalangan pemuda di negeri penjajah dan kemudian menjadi identitas politis. CERITA’YOO akan membahas lebih dalam lagi mengenai jejak sejarah asal-usul nama Indonesia.

tebak skor hadiah pulsa  

Asal-Usul Nama Indonesia

Nama Indonesia berasal dari dua kata Yunani, yaitu Indus (Ἰνδός) yang berarti India dan Nesos (νῆσος) yang berarti pulau atau kepulauan. Dengan demikian, Indo-nesia secara harfiah berarti kepulauan India. Berbagai catatan sejarah mencatat kepulauan di antara Indocina dan Australia dengan berbagai nama.

Bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini sebagai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan), sementara bangsa India kuno menamainya Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang). Bangsa Arab juga menyebut wilayah kepulauan ini sebagai Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Bangsa-bangsa Eropa yang datang pertama kali menganggap bahwa Asia hanya terdiri dari orang Arab, Persia, India, dan Tiongkok.

Bagi mereka, daerah yang terbentang antara Persia dan Tiongkok adalah Hindia. Kepulauan ini kemudian dikenal sebagai Kepulauan Hindia (Indische Archipel, Indian Archipelago) atau Hindia Timur (Oost Indie, East Indies). Nama lain yang juga digunakan adalah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel, Malay Archipelago).

Munculnya Istilah Indonesia

Pada tahun 1847, terbit majalah ilmiah tahunan Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) di Singapura. Majalah ini dikelola oleh James Richardson Logan, seorang Skotlandia, dan kemudian George Samuel Windsor Earl bergabung sebagai redaksi pada tahun 1849. Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, Earl menulis artikel tentang karakteristik bangsa Papua, Australia, dan Melayu-Polinesia.

Earl mengusulkan dua pilihan nama untuk penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu, yaitu Indunesia atau Malayunesia, karena nama Hindia dianggap tidak tepat dan sering rancu dengan India. Ia sendiri lebih memilih Malayunesia karena dianggap lebih tepat untuk ras Melayu, sementara Indunesia bisa digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives.

James Richardson Logan kemudian menggunakan nama Indunesia yang diusulkan Earl, tetapi mengganti huruf ‘u’ dengan ‘o’ sehingga menjadi Indonesia. Istilah ini muncul pertama kali dalam tulisan Logan di halaman 254 JIAEA. Logan secara konsisten menggunakan nama Indonesia dalam tulisan-tulisannya, sehingga lambat laun istilah ini menyebar di kalangan ilmuwan etnologi dan geografi.

Baca Juga: Sejarah Wisata Ancol Jakarta: Destinasi Ikonik di Pesisir Utara

Penggunaan dan Pemopuleran Nama Indonesia

Penggunaan dan Pemopuleran Nama Indonesia

Pada tahun 1884, Adolf Bastian, seorang guru besar etnologi di Universitas Berlin, menerbitkan buku berjudul Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel. Buku ini memuat hasil penelitiannya di kepulauan tersebut dan mempopulerkan istilah Indonesia di kalangan sarjana Belanda.

Ki Hajar Dewantara adalah pribumi pertama yang menggunakan istilah Indonesia ketika mendirikan Indonesische Persbureau di Belanda pada tahun 1913. Pada tahun 1917, Prof. Cornelis van Vollenhoven memperkenalkan nama Indonesisch sebagai pengganti Indisch, dan inlander diganti dengan Indonesiër.

Indonesia sebagai Identitas Politik

Pada dasawarsa 1920-an, nama Indonesia yang awalnya merupakan istilah ilmiah, diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Nama Indonesia kemudian memiliki makna politis sebagai identitas bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan.

Pemerintah Belanda mulai curiga terhadap penggunaan kata Indonesia. Pada tahun 1922, atas inisiatif Mohammad Hatta, Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Di Indonesia, Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924, dan Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1925. Nama Indonesia kemudian dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa, dan bahasa pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Pada tanggal 17 Agustus 1945, setelah Proklamasi Kemerdekaan, lahirlah Republik Indonesia.

Manfaatkan waktu anda untuk mengeksplorisasi ulasan menarik lainnya mengenai sejarah Indonesia hanya di CERITA’YOO.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari youtube.com
  2. Gambar Kedua dari uici.ac.id

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *