|

Cerita Tradisional Sunda Tak Pernah Mati Berkat Mang Jaya Di Dunia Digital

Mang Jaya menghidupkan cerita tradisional Sunda di era digital, membawa dongeng lokal tetap relevan bagi generasi muda.

Cerita Tradisional Sunda Tak Pernah Mati Berkat Mang Jaya Di Dunia Digital

Di tengah derasnya arus digital, CERITA’YOO tradisional sering terancam terlupakan. Namun, Mang Jaya membuktikan sebaliknya. Dengan inovasi dan teknologi, ia menghadirkan dongeng Sunda ke platform digital, sehingga generasi muda tetap dapat menikmati kisah-kisah klasik yang sarat nilai budaya.

Perjalanan Mang Jaya menunjukkan bagaimana tradisi dapat bertahan dan beradaptasi, menjembatani masa lalu dengan era modern secara kreatif dan inspiratif.

Mang Jaya, Penjaga Dongeng Sunda Di Era Digital

Kuswadijaya Jamsari, yang akrab disapa Mang Jaya, telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk melestarikan dongeng Sunda. Baginya, meski zaman terus berubah, cerita tradisional ini harus tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Sejak pertama menekuni dunia dongeng pada 1974, Mang Jaya sudah berkomitmen untuk menjaga keberadaan hiburan ini. Di masa televisi masih jarang, dongeng Sunda menjadi tontonan populer, bahkan bagi masyarakat non-Sunda yang penasaran dengan cerita dan budaya lokal.

Mang Jaya menekankan bahwa dongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran. Banyak anak di luar Jawa Barat yang belajar bahasa Sunda melalui kebiasaan mendengarkan dongengnya.

Migrasi Ke Platform Digital

Seiring perkembangan teknologi, Mang Jaya mulai beradaptasi dengan dunia digital. Saat era radio mulai meredup dan banyak kaset dongengnya dibajak, ia memutuskan untuk mengunggah seluruh koleksi kasetnya ke YouTube pada 2021.

Proses migrasi ini tidak mudah. Ribuan kaset yang diproduksi sejak 1970-an harus dipulihkan, diubah format, dan diedit agar bisa dinikmati secara digital. Lewat platform ini, Mang Jaya tidak hanya mendongeng, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang cara menyampaikan cerita Sunda yang baik dan benar.

Live streaming dan video tutorial menjadi sarana untuk membagikan pengetahuan tentang tata cara mendongeng, pengucapan bahasa Sunda, serta teknik menirukan karakter yang beragam. Untuk mencegah pembajakan, akun YouTube Mang Jaya resmi terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

Baca Juga: Sumpah Pemuda, Ikrar Pemuda Yang Mengguncang Sejarah Indonesia

Keunikan Dongeng Sunda Dan Teknik Pendongeng

Keunikan Dongeng Sunda Dan Teknik Pendongeng 700

Mang Jaya menekankan bahwa seorang pendongeng Sunda yang baik harus mampu menirukan berbagai karakter suara, mulai dari orang tua, anak-anak, hingga hewan atau makhluk gaib. Teknik ini membutuhkan ketekunan dan latihan konsisten.

Ia sendiri belajar secara otodidak dan melalui pengamatan pertunjukan wayang, sehingga mampu meniru nada bicara yang khas. Selain penguasaan karakter, bahasa juga menjadi aspek penting.

Dialek Sunda berbeda-beda di tiap wilayah, sehingga penggunaan bahasa Sunda standar menjadi kunci agar cerita dapat dipahami oleh semua orang. Hal ini membuat setiap pendongeng baru harus memperhatikan pengucapan dan intonasi, agar dongeng tidak kehilangan maknanya.

Warisan Dan Pesan Untuk Generasi Baru

Bagi Mang Jaya, dongeng Sunda bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan pesan moral dan etika masyarakat. Salah satu kisah yang berkesan adalah Sirod Jalma Gaib, yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan melalui cerita supranatural.

Ia percaya bahwa setiap pendongeng baru harus menemukan karakter unik mereka sendiri, karena keaslian adalah kunci agar cerita tetap hidup. Meskipun usianya kini senja, Mang Jaya tetap aktif mendongeng melalui media digital dan membatasi penampilan luring demi kesehatan.

Ia menegaskan, selagi fisik memungkinkan, ia akan terus melestarikan dongeng Sunda sebagai warisan budaya. Dedikasinya membuktikan bahwa tradisi bisa beradaptasi dengan zaman, tetap relevan, dan dapat dinikmati oleh generasi muda di era digital.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari sukabumitren.com

Similar Posts